Rabu, 05 September 2012 - 08:24:38 WIB
"Lombok Mirah Sasak Adi"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 2626 kali

Motto Lombok Timur

I. Motto  Dan Nilai-Nilai Yang Terkandung  Di Dalamnya

Kata motto dalam kamus W.J.S Poerwadarminta (Balai Pustaka, 1986) berarti" semboyan". Semboyan penting untuk eksistensi  sebuah kesatuan organis, seperti suatu etnis/suku bangsa  di  daerah, warga bangsa/negara, atlit dan  lain-lain (Patut Patuh Patju, Merdeka atau Mati, Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh, Rawe - Rawe Rantas Malang - Malang Putung, Vini Vidi Vici, dll).

Tujuan diciptakannya sebuah motto atau semboyan , yaitu  untuk membangkitkan semangat juang, pengabdian dan  rasa bangga menjadi warga suatu daerah, bangsa atau anggota sebuah perkumpulan. Motto daerah dapat menjadi faktor pendorong untuk maju membangun dan mempertahankan nama baik, harkat martabat daerah, bangsa ataupun sebuah perkumpulan.

Motto atau semboyan daerah yang baik harus  mengandung atau mencerminkan hal-hal sbb:

  1. Mengandung nilai-nilai filosofis yang bersumber pada socio kultural atau budaya  masy. setempat.
  2. Menimbulkan rasa bangga (marwah) proud dan cinta  akan daerahnya kemudian bangkit semangatnya untuk maju membangun daerahnya (merang).
  3. Menggugah semangat solidaritas sosial/kebersamaan masy. setempat.-
  4. Nilai pendidikan, pembentukan watak/karakter bagi  generasi muda daerah.
  5. Menunjukkan ciri has daerah dan jati diri masyarakat setempat.

 

II. Makna motto "Lomboq Mirah, Sasak Adi"

Secara epistemologis kata-kata ini berasal dan  bermakna, yaitu sbb:

  1. Lomboq atau (Lombo' menurut ejaan lama) artinya  yakni lurus
  2. Mirah adalah permata sejati, logam mulia  yang anggun dan sangat mahal harganya
  3. Sasak berasal dari kata sa'-sa',  sai,  sopo,  seke'  yang artinya satu
  4.  Adi bermakna sesuatu yang nilainya sangat tinggi, superior atau splendidly

Oleh karena  itu sejatinya (mule jati) "jalan lurus"  itu adalah satu  jalan yang sangat mulia, agung yang sangat tinggi nilainya sebagai satu-satunya jalan yang harus diikuti oleh orang Sasak. Dan jalan itu adalah jalan lurus (siratolmustakim) yang diperintahkan oleh Allah SWT yang tertuang dalam Al Quran dan Al Hadits. Terlihat jelas disini bagaimana pengimanan dan pengagungan suku bangsa Sasak yang berdiam di Lombok Timur terhadap .ke Esaan Allah dan .ke Rasulan Nabi Besar Muhammad SAW. Tertanam dalam di hati sanubari orang Sasak Lombok Timur, bahwa jalan lurus ini adalah jalan kebenaran  dan jalan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Prinsip ini dipegang teguh oleh karena itu ia menjadi norma, pedoman dalam kehidupan pribadi maupun sosial  yang dipegang dengan sangat kuat karena diyakini kebenarannya.

 

III. Tinjauan Socio Anthropologist Motto "Lomboq Mirah Sasak Adi".

Sekitar  abad ke  XIII di Lombok Timur lahir kerajaan Selaparang. Kerajaan Selaparang Islam menetapkan bahwa Islam sebagai agama negara. Oleh karena itu sejak saat itu semua orang Sasak atau suku bangsa Sasak baik keyakinannya, maupun  pandangan hidup, perilaku, serta adat budayanya sangat .kental nuansa islaminya, karena sarat dengan ajaran  agama Islam. Kemudian dari situlah lahir sebuah "Grand Value" prinsip dasar hidup suku bangsa Sasak seperti terkandung dalam makna motto  " Lomboq Mirah Sasak Adi" tersebut. Beberapa turunan dari prinsip dasar hidup ini kita kenal antara lain, seperti "Tindih Mali'  Merang" yang artinya kira-kira sub:

  • Tindih, yaitu rendah hati tidak sombong, tahu diri dan taat pada norma-norma yang berlaku
  • Mali' artinya pantang melanggar norma-norma yang berlaku atau melanggar hal-hal  yang tidak    dibenarkan atau  dilarang oleh agama atau  masyarakat untuk dilakukan.
  • Merang  artinya sikap dinamis yang ingin terus maju,  inovatif, kreatif, tergerak untuk melakukan hal-hal positif meskipun penuh tantangan dan risiko. Termasuk dalam pengertian Merang ini, yaitu siap membela diri apabila harga diri dan martabatnya diinjak-injak orang.

Demikian halnya Semboyan suku bangsa Sasak dalam penyelesaian masalah dengan penuh kearifan, seperti terkandung dalam kalimat (bhs Sasak-sesenggak)  "empa' bau, tunjung tilah, ai' mene'ng yang baik

Maknanya sub:

  • empa' yaitu ikan
  • bau    yaitu  tertangkap
  • tunjung   yaitu  teratai
  • tilah        yaitu  tetap utuh
  • ai'           yaitu  air
  • mene'ng  yaitu  jernih

Semboyan "empa' bau tunjung tilah .ai' mene'ng  dengan demikian bermakna, jika menyelesaikan  masalah lakukanlah  secara tenang arif bijaksana, tidak menimbulkan gejolak dan masing-masing pihak merasa puas  dan adil. Jadi  lakukanlah bak menangkap ikan di kolam, yaitu ikan tertangkap, bunga teratai tetap utuh (tidak rusak karena tidak diaduk-aduk atau diobok-obok), airpun tetap jernih tidak keruh.

Semboyan di atas menunjukkan betapa tingginya .kearifan lokal (local indigenous) orang-orang tua suku bangsa  Sasak ini dalam kehidupan masyarakat yang selalu mengutamakan dan menjaga keharmonisan, keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat. Setiap individu masyarakat dihargai, dihormati dan dijaga harkat dan martabatnya. Inilah salah-satu  implementasi dari  Semboyan "Lomboq Mirah Sasak Adi" tersebut di atas.

 

IV.  Hari Jadi Lombok Timur  dan Motto Lomboq Mirah Sasak Adi

Apabila penentuan Hari Jadi Lombok Timur didasarkan pada ,  Stb 183 th 1895 (tanggal  31 Agustus 1895)  tentang pembentukan Oosten Lombok sebagai sebuah Afdeling (pemerintahan administratif) dimana untuk pertama kali kata Lombok Timur (Oosten Lombok) sebagai nama atau penyebutan pemerintahan administratif  di Lombok Timur di munculkan secara resmi oleh suatu otoritas pemerintahan, walaupun itu pemerintahan  Hindia Belanda karena secara de facto dan de jure itu yang berkuasa saat itu ,  hal ini mengandung  arti bahwa sejak saat itu kata  Lombok (Lomboq) diakui keberadaannya secara hukum (juridis formal positum) oleh pemerintah Hindia Belanda, maka sangat tepat jika  kata Lombok ini dijadikan dasar acuan penentuan motto Lombok Timur. Hal ini penting untuk dikemukakan karena secara yuridis materiel pula, dalam kata Oosten Lombok  mengandung pula  makna pengakuan terhadap keberadaan wilayah (paer) dan eksistensi masyarakat atau rakyat yang berdiam di Lombok Timur tersebut. Dengan demikian ada korelasi signifikan dan sebagai konsekwensi logis dari .penyebutan kembali nama Lombok Timur dalam peraturan Hindia  Belanda tersebut, maka  motto Lombok Timur seharusnya mengandung makna yang sesuai dengan kandungan kata Lombok, seperti "Lomboq Mirah Sasak Adi".

 

V. Pengaruh  Ajaran Islam di Lombok Timur

Sebuah motto atau semboyan, apalagi motto atau semboyan itu lahir dari ajaran agama tentu menggugah semangat (marwah) para  pemeluknya. Jika dikaji secara mendalam, bahwa ditetapkannya Islam sebagai agama negara oleh kerajaan Selaparang,  artinya Islam wajib  sebagai agama yang dianut oleh warga negaranya,  yaitu suku bangsa Sasak yang berdiam di Lombok Timur,  terlihat pengaruhnya sangat besar sampai dengan saat ini.  Prinsip ajaran Islam yang  melahirkan semboyan  "Lomboq Mirah Sasak Adi" sebagai nilai budaya adiluhung  berpengaruh besar  terhadap pembentukan sikap, watak dan pandangan hidup orang Sasak Lombok Timur dari dahulu sampai dengan saat ini.  Hal ini terlihat dari lahirnya banyak tokoh agama  besar ternama (al. TG  Umar Kelayu, TG  Zainuddin Abdul Majid pendiri NW Pancor, .TG  Mutawalli  Jerowaru, dll)  yang berdakwah dan mendirikan madrasah/pondok pesantren, juga  melalui murid-muridnya tersebar di seantero   pulau Lombok, bahkan .sampai .keluar daerah. Hal ini menunjukkan, bahwa Lombok Timur adalah pusat agama Islam. Implementasi ajaran Islam dalam membasmi kezaliman dan kebathilan  (penjajahan  Belanda dan Jepang) dipelopori oleh tokoh-tokoh agama dari Lombok Timur Timur (al. .TG Ali Batu Sakra, TG Faesal Pancor/makam pahlawan Selong). Bertitik tolak dari uraian di atas ini, maka seharusnya memang motto atau semboyan daerah Lombok Timur harus mencerminkan prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang telah terinternalisasi menjadi nilai budaya masyarakat Lombok Timur.

 

VI. Relevansi Motto "Lomboq Mirah Sasak Adi" dan Good and Clean Government.

Prinsip jalan lurus yang bermakna pula .kejujuran yang terkandung dalam motto "Lomboq Mirah Sasak Adi" tentu sangat relevan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. Jika penghayatan dan semangat kejujuran yang terkandung dalam motto "Lomboq Mirah Sasak Adi" terinternalisasi dengan baik dalam jiwa dan terbentuk persepsi masyarakat akan pentingnya kejujuran dalam semua aspek kehidupan, maka motto ini dapat  menjadi faktor pendorong upaya menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, karena orang malu dan merasa berdosa besar jika melakukan korupsi, manipulasi dan penyelewengan lainnya.  Sekaligus  motto ini  menjadi norma pengendali tingkah laku individu dan  sosial, khususnya di masyarakat Lombok Timur. Tentu hal ini sangat berarti ditengah-tengah kondisi merosotnya disiplin sosial disebabkan kerusakan moral, akhlak serta kebebasan yang kadang tidak terkendali.

 

VII. Menggugat motto  "Patuh Karya"

Sebelumnya secara pribadi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pencetus idea dan orang-orang dilembaga pemerintahan saat itu yang melahirkan motto ini. Saya memahami, bahwa peraturan daerah sebagai sebuah hukum/peraturan  perundang undangan (jika ada) sebagai dasar hukum pembentukan motto ini adalah produk politik dari suatu konfigurasi politik yang melatarbelakangi pembentukan motto ini. Boleh jadi penciptaan motto  ini tidak melalui pengkajian  mendalam, tidak jauh menggali dasar-dasar filosofis yang berurat berakar pada socio cultural masyarakat Lombok Timur, sehingga kehilangan kontek jati diri Orang Sasak Lombok Timur. Tidak tampak adanya korelasi kata-kata dalam motto "Patuh Karya" dengan sikap  dan watak orang  Lombok Timur, seperti yang telah di gambarkan di atas. Gabungan dua kata dalam motto ini tidak nyambung satu sama lain. Tidak runut, dan tidak adanya (satu) kata yang mendahului dua kata yang ada, sehingga tidak menciptakan makna  yang berarti  sesuai standar atau syarat perumusan sebuah motto atau semboyan. Aspek politisnya terlalu tinggi.

Berikut motto daerah  yang baik yang tercipta dari tiga rangkaian kata, sehingga menciptakan makna filosofis yang sangat dalam yang mencerminkan jati diri masyarakatnyanya,  mampu membangkit dan menggelorakan semangat warganya (merang) untuk maju membangun:

  1. Patut  Patuh  Patju  ---  motto daerah Lombok Barat.
  2. Tatas  Tuhu  Teresna --- motto daerah Lombok Tengah.
  3. Tio  Tata  Tuna  ---  motto daerah Lombok Utara
  4. Pariri Lema Bariri ----  motto daerah Sumbawa Barat
  5. Nggawi   Rawi  Pahu --- motto daerah Dompu.
  6. dll.

Apabila dicermati motto di atas ternyata  terbentuk dari penempatan dan rangkaian  kata yang runut, terjalin berkelindan,  kait mengait satu sama lain, sehingga membentuk susunan kata yang indah dan memberi arti dan makna yang sangat dalam. Kata yang berada pada posisi belakang merupakan implementasi dan tindak lanjut dari kata yang berada pada posisi di depan. Sebaliknya kata yang berada pada posisi depan menjadi sumber dan dasar dari pemaknaan kata yang berada pada posisi belakang. Tidak akan timbul arti dan makna pada  kata yang berada pada posisi belakang sebagai sebuah motto jika tidak ada  kata yang serangkai yang ditempatkan di posisi depan. Demikian pula sebaliknya kata yang berada pada posisi depan tidak bermakna apa - apa dalam kontek sebuah motto jika tidak dirangkai dengan dua atau tiga kata yang ditempatkan dibelakangnya.

 

 

 

VIII. Penutup

Motto atau semboyan daerah seharusnya digali  dari nilai- nilai agama, adat budaya yang hidup serta diyakini kebenarannya oleh masyarakat (Lombok Timur), sehingga motto atau semboyan tersebut dapat menggugah semangat, sumber marwah,  berperan sebagai sebuah norma atau pedoman tingkah laku untuk menjaga keadaban,  harkat dan martabat serta kemuliaan masyarakat Lombok Timur.

 

Ungkapan kata "Lomboq Mirah Sasak Adi" sesungguhnya merupakan  cerminan  nilai dasar (grand value) kesasakan masyarakat Lombok Timur,  sebuah prinsip hidup bagi pribadi dan sosial yang berakar dan bersumber dari ajaran agama Islam, terinternalisasi .ke dalam adat budaya selanjutnya menjadi pedoman sikap, watak, perilaku dan  jati diri masyarakat Lombok  Timur.

 

"Lomboq Mirah Sasak Adi" sebuah rangkaian kata yang padu dan indah, kait mengait satu sama lain,  terjalin berkelindan, menciptakan arti dan makna yang sangat dalam sebagai sebuah pedoman tingkah laku pribadi dan masyarakat sesuai tuntunan agama dan norma  yang  berlaku  dalam  masyarakat. Oleh karena itu sepatutnya dijadikan motto  daerah Lombok Timur.

 

Ditengah kondisi akhlak, moral masyarakat yang  demikian memprihatinkan diharapkan motto "Lomboq Mirah Sasak Adi" ini dapat memberikan sumbangan berharga bagi masyarakat Lombok Timur  untuk lebih menghayati, menempatkan arti dan makna motto atau semboyan "Lomboq Mirah Sasak Adi" sebagai  pedoman hidup pribadi maupun bermasyarakat, para pejabat penyelenggara pemerintahan, acuan dalam pembentukan watak dan karakter generasi muda, sehingga Gumi Selaparang Lombok Timur menjadi sebuah .rumah bersama yang nyaman, aman, tenteram dan damai, sebagai negeri  yang diberkati serta diridhoi,  penuh dengan rakhmat dan magfirah  Allah SWT. Amien3x ya Rabbal Alamien.

 

Catatan

Tulisan ini diolah dan disusun berdasarkan pemikiran dan kajian penulis dari pengalaman hidup sebagai salah seorang putra daerah Lombok Timur. Pengamatan, pendengaran percakapan, dialog  para tokoh masyarakat serta bahan-bahan tertulis yang ada.

 

(Di tulis Oleh Dr. H.Lalu Said Ruhpina, SH.,MS)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)